Review Week 1 (20 Desember 2008 – 27 Desember 2008)
20 Desember 2008
Finally, di sebuah klinik yang berada di hampir perbatasan kota pangkal pinang, sekitar pukul 21.50, terdengar suara melodi tangisan yang seketika membuat saya bernafas lega.

Kedinginan
Alhamdulillah, dengan tergopoh-gopoh suster menggendong seorang bayi mungil yang setelah di ukur memiliki berat 3 kg dengan panjang 44 cm. Sekitaran pukul 22.00 Wib kubisikkan adzan dan iqomah di telinga kanan dan kirinya. Wajahnya yang bersih, semakin terlihat tenang ketika kudoakan dan diakhiri dengan kecupan di keningnya.
Robbi Habli Minas Sholihin Ya Allah..
(Karuniakan kami Anak yang Sholeh Ya Allah..)
21 Desember 2008

Merem or Melek??
Dinihari, di kamar nomer 2, aku melihat dia (cayo ya bunda..) masih tergolek lemah di kasur. Sementara bayi yang belum bernama ini masih tidur dengan lelapnya. Terkadang di selingi dengan tangisan, entah ketika dia haus atau lapar, atau juga ketika buang air kecil. Hari pertama ini suster dan perawat masih menjadi andalan untuk mengganti popok dan segala propertiesnya.
22 Desember 2008
Alhamdulillah, air susu bunda udah mulai keluar, jadi Bumi tidak perlu lagi minum susu formula (bukan Formalin). Masih dengan mata yang tinggal 5 watt, kami mulai hari-hari baru yang sudah sangat dinantikan. Lelah memah, tapi seketika musnah ketika melihat bayi yang namanya masih terus di diskusikan. Pagi itu pulang, kuambil laptop untuk menemani hari-hari begadang di klinik. Dari browsing kesana kemari, ada 3 kandidat kuat yang difavoritkan sebagai nama:
1. Bumi Akmal Abdillah
2. Narayan Bumi Jauhar
3. Bumi Jauhar Khawarizmi
Masih keukeuh dengan bumi, dasar keras kepala (heheheh)… J
23 Desember 2008
Motor Mio pinjaman, plus helm pinjaman, dan kacamata sitaan (gak modal amat yak…), menemani perjalanan rumah ke klinik. Bersiap menyodorkan list kandidat nama kepada konsultan (yang tak lain tak bukan adalah kakek nenek si bayi mungil). Setelah sarapan nasi rawon, kembali ke rumah sakit dengan membawa keputusan hampir “final” tentang nama si bayi. Bumi Jauhar Khawarizmi yang artinya Permata Ilmu Pengetahuan (please jangan diartikan harfiah, ntar si bunda nya marah kekeke..).
24 Desember 2008

Bumi sama nenek
Bersiap menjemput ibu (nenek si bayi) dengan mobil (yang lagi-lagi pinjaman), untuk persiapan membawa bumi dan sang bunda pulang ke rumah yang sebenarnya. Mau nyelesaikan masalah administrasi dulu, tapi sang dokter masih sarapan jadi musti menunggu. Bisa dimaklumi, kalo dokter yang sarapan kan musti di kecap berkali-kali sebelum makanan masuk ke dalam kerongkongan, jadi wajar kalau satu jam berlalu tapi pak dokter belum juga nongol. Akhirnya setelah keringat mulai turun karena gak sabar, perawat di request untuk menyampaikan ke dokter. Tak berapa lama pak dokter turun, dengan agak tergesa-gesa, menghitung beberapa lembar uang dan menulis kuitansi, selesai sudah urusan administrasi hari itu. Disambut gerimis kecil, kedatangan kami ke rumah di daerah black water (Air Itam) berlangsung aman dan terkendali.
Malamnya pergi ke dokter anak untuk melakukan imunisasi ke daerah Girimaya. Bumi hanya sedikit “menjerit” ketika jarum suntik masuk ke dalam tubuhnya. Setelah itu dilanjutkan lah mimpi Bumi (jangan niru om yang ada di Sarang Gembels ya nak)…
25 Desember

Bumi melek
Hari libur nasional, yang jatuh di hari kamis, seperti biasa dilanjutkan cuti bersama besoknya, tentu sangat dinantikan para pekerja (
termasuk saya), walaupun kalau dipikir lagi kapan kerja nya kita kalau sedikit2 libur bersama. Masih belajar mencoba menjadi ayah yang baik, dengan merasakan mencuci popok, setrika dan sebagainya. Tapi sejauh ini kondisi masih terkendali, karena bunda masih sangat sigap dalam urusan mengganti popok, bedong dan sebagainya. Si Bumi sudah mulai bisa membuka matanya lebih baik..
26 Desember 2008
Dengan sedikit pesimis karena sudah bisa ditebak (berbagai instansi pemerintahan pasti tutup juga pelayanannya), sebagai warga negara yang baik, bumi belum diakui kewarganegaraannya sebelum ada Akte Kelahiran. Yupe! Hari itu pagi setelah sarapan, langsung meluncur ke Kantor Capil yang letaknya tidak jauh dari kantor. Sudah bisa di tebak, kantor TUTUP, jadi target selanjutnya ke rumah Pak RT dulu (karena KTP masih tinggal di rumah kontrakan, repot mau urus2 surat pindah2an, maap ya pak RT yang baru). Lagi-lagi sedikit kurang beruntung, Pak RT yang diharapkan baru saja keluar, dan di suruh datang lagi abis jumatan. Masjid jamik menjadi sasaran tempat jumatan, langsung menuju Bakso Singo Edan sebagai menu makan siang, dan ke Rumah Pak RT. Nasib memang kurang berpihak, pak RT belum ada di rumah, dan setelah di telpon katanya di suruh langsung ke kelurahan. Tuing! Guyonan khas birokrasi pemerintah.. Di lempar kesana kemari, akhirnya lanjut ke kelurahan dan lagi-lagi TUTUP!!. Siang itu di tengah gerimis hujan, belum membuahkan hasil. Maaf Bumi, ayah akan berusaha lagi untuk mengurus akte kelahiran mu.. hehehehe..
27 Desember 2008
Sebagai penutup minggu ini, exclusive picture from Bumi..

Wuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..
Masih menikmati Long Weekend, liat si Bumi kalo lagi nangis.. Hehehehe.. matanya sampe tinggal segaris.
Minggu ini ditutup sampai segini dulu ya, nantikan edisi selanjutnya..
Komentar Terakhir