09
Feb
09

- Belajar Ngitung-ngitung Trafik -

- Belajar Ngitung-ngitung Trafik -

Edisi Satu

 

Di dalam dunia teknologi seluler, ada satu bahasan yang cukup menantang, yaitu dimensioning trafik! Dimana kita meramal jumlah pelanggan yang akan kita layani sampai beberapa tahun ke depan, sehingga bisa di rencanakan berapa jumlah Network Element yang harus dibangun oleh operator untuk melayani pelanggan tersebut. Memang tidak bisa “pas” seperti matematika, karena statistik yang dibicarakan disini. Oke, langsung aja kita coba bahas.

 

Artikel ini akan coba memberikan gambaran perhitungan traffik untuk sistem GSM dan WCDMA, dengan asumsi-asumsi yang biasa dipakai. Untuk saat ini saya tidak akan membahas terlebih dulu mengenai perhitungan Interface (Abis, Ater, IuPs atau IuCs dan sebagainya). Yang coba saya tekankan disini, baru sampai dimensioning RBS saja. (Semoga insya 4jJ1 next saya bisa bahas core network plus interface, karena saya juga mesti belajar dulu hihihihi..).

 

System GSM

Kita tahu bahwa GSM terdiri dari 8 time slot yang bisa diduduki oleh pelanggan. Misalnya ada satu BTS dengan konfigurasi 2/2/2 (3 sektor dengan masing-masing sektor terdiri dari 2 TRX =16 timeslot). Sehari-hari kita tidak hanya melakukan telepon, tapi juga SMS, artinya kita tidak hanya butuh kanal suara (TCH) namun juga butuh kanal signalling untuk mengakomodir SMS (menggunakan kanal SDCCH).

 

Typical value untuk tiap pelanggan yang dipakai dalam planning jaringan adalah:

TCH load          = 25 mErlang

SDCCH load     = 4 mErlang

 

Anggap kita sudah selesai melakukan evaluasi dan didapat hasilnya 14 timeslot dipakai untuk traffic dan 2 timeslot untuk signalling. Langkah berikutnya yang harus kita lakukan adalah melihat Tabel Erlang yang sudah disebut diatas.

 

erlang-gsm1

 

Dari tabel Erlang tersebut kita lihat untuk jumlah kanal traffic sebanyak 14 dapat menghandle 8,2 Erlang untuk bisa mencapai GOS 2%.

 

Yang menjadi pertimbangan adalah, dalam desain kita banyak menggunakan asumsi-asumsi (syarat dan ketentuan berlaku), sebut saja pemodelan propagasi, link budget, kita menggunakan asumsi yang tentu masih bisa ditoleransi. Namun sebagai engineer kita tidak boleh “kaku”, artinya harus disesuaikan dulu dengan kondisi environment nya. Apalagi kalau kita perhatikan semua perhitungan dan asumsi yang digunakan diambil dari penelitian yang dilakukan diluar yang tentu kondisinya berbeda dengan daerah kita masing-masing. Memang perlu sedikit “dimodifikasi” kalau kita benar-benar ingin mendesain dengan baik. Hal ini sangat berdampak terhadap network, dan perlu diperhatikan ketika teman-teman mendesain (network planning).

 

Ambil contoh traffic pelanggan biasanya kita menggunakan = 25 mErlang. Tapi dengan kondisi seperti sekarang mungkin kita perlu membuat nilai yang lebih “realistis”.

 

Misal Operator BuTel (Bumi Telekomunikasi.inc) mempunyai produk sebagai berikut

Produk

Jumlah User

Holding Time

Call Attempt

Load Traffic

A

80

40 menit

1

53,33

B

20

3 menit

4

4

Total

100

43

5

57,33

Note. (Load traffic silakan cari sendiri darimana nilainya)

 

Dari tabel diatas didapat rata-rata traffic untuk masing-masing pelanggan adalah:

0,57 Erlang! (bandingkan dengan typical value yang biasa kita gunakan antara 25-35 mErlang). Artinya kalau kita mendesain masih dengan data yang lama, sementara pola pikir pelanggan sudah berubah, Network akan mengalami Overload.

 

Yang ujungnya adalah susah call, drop call, hingga Network Down, impactnya tentunya pelanggan tidak puas, pergi, dan (Operator BuTel tidak jadi didirikan.. hihihihi)

 

Next. Ngitung traffik system WCDMA

 


1 Tanggapan ke “- Belajar Ngitung-ngitung Trafik -”


  1. 1 gx_mbois
    9 Februari 2009 pukul 2:22 pm

    pak kalau ngitung MS active gimana pak? termasuk yang power off g usah melalui ERLANG pak…define by ms yang power on saja. Terimakasih


Tinggalkan Balasan