Arsip untuk Kategori 'Bumi Jauhar Khawarizmi'

06
Nov
09

Bangka Island.. We are coming home…!

Sebenarnya (harusnya) tulisan ini di posting pas baru nyampe Pangkal pinang, setelah kurang lebih 3 minggu mudik Lebaran. Nggak terlalu banyak oleh-olehnya, hanya sedikit potret perjalanan Bumi sebelum sampai sesudah mudik. :-)

Sebelum berangkat, sudah cari referensi tempat kuliner dimana? (padahal baca buku e yo iku2 ae.. hihihi)

01 Membaca sebelum berangkat

Membaca

itu salah satu buku favorit Bumi, judulnya “Kura-kura dan Kalajengking” (tp ketinggalan pas mudik, ntar kalo nemu di gramed dibeliin lagi deh..). Perjalanan dari Pangkal Pinang ke Jakarta sebenernya cm kurang dari satu jam, tp naik kereta (yang delay-nya naudzubillah..) dan segala tetek bengeknya itu yg lama.

02 Long Journey

Waiting in vain..

Pesawat dr Pangkal Pinang ke Jakarta sekitar jam 9 (lupa-lupa inget jam pastinya), Alhamdulillah gak terlalu nunggu lama di bandara kalau di pangkal pinang, lagian pesawatnya jg cari yang track record delay nya gak terlalu parah (gpp sedikit mahal yg penting Bumi bisa nyaman, ntar ayah macul lagi nak..). Sampai di bandara Jakarta, masih menjelang siang. Karena akan melanjutkan perjalanan dengan kereta api (jadwal maghrib) berangkat, jd sambil mengisi waktu luang kami singgah ke tempat saudara (om) Bunda Bumi. Nah perjalanan ke rumah ini yang sedikit membuat kepala nyut-nyut, karena informasi yang ada rumah deket dari gambir. Akhirnya setelah dengan bercucuran keringat di dalam kendaraan yang sangat merakyat di Jakarta (gpp ya Bumi, sekali2 ngerasain naik bajai), sampai juga di rumah Om.

Satu-satunya kesan jakarta waktu itu adalah, “Jakarta kota yang sangat-sangat PANAS!!”

Setelah sekian waktu berlalu (agak males cerita perjalanan naik kereta nya..), akhirnya sampailah kami di rumah Mbah Uti dan Mbah Kakung nya Bumi di Tegal. Benar-benar inget dengan kampus, penuh dengan sawah..

03 action mudik satu

Bumi rambut pirang

Ada lumayan banyak sesi foto di sana, gak cukup kalau ditampilin semua. :-)

makanya satu aja sample nya, ini juga foto yang digedein dan dipajang di pigura pas di rumah Malang.

 

cepatlah besar matahari ku..

menangis yang keras janganlah ragu..

hantamlah congkaknya dunia buah hatiku..

do’a kami di nadimu..”

 

-iwan fals-

setelah sekitar seminggu lebih di Tegal, perjalanan berikutnya adalah Tanah Air sang Ayah Tercinta, Malang, kota yang sangat membanggakan dari segala sisi (sorry yo bunda, agak uber ales dikit wuekekekeke). Bumi akan saya “doktrin” menjadi anak malang.. hihihih

tp sesampai dimalang, dengan perbedaan cuaca yang sangat kacau balau, sepertinya Bumi belum siap menyesuaikan diri. dan yang terjadi akhirnya Bumi KO, liburan di Malang hanya diisi dengan gelempangan di kasur.. hufh.. don’t worry nak, lain kali kita ke malang dan having fun..

04 jet lag

Flu berat

05 bis leg

Pilek, batuk, demam

Bumi bener-bener rewel, KO..

makan susah, tidur susah,  dan akhirnya dibawa ke rumah sakit. Inilah rekor bumi minum obat dari dokter, karena sebelumnya kami memang sebisa mungkin memberikan obat ke Bumi. Biarlah tubuhnya melawan sakit itu, dan sembuh dengan sendirinya. Tp rupanya serangan kali ini lumayan besar, akhirnya kami “kalah”…

perjuangan berikutnya tentu saja bagaimana cara memasukkan obat (puyer) yang diberikan oleh dokter, karena Bumi langsung muntah-muntah setiap abis minum obat. parahnya lagi makanan (yang nyuapinnya hampir sejam) jg ikutan keluar dari badannya..

sabar.. sabar…

Planning kuliner, jalan-jalan, yang sudah disiapkan sebelumnya Gagal Total! huahahahahaha..

Dibalik semua kejadian pasti ada hikmahnya..

Ada untungnya juga sebenernya, budget jd gak terlalu besar hihihiihi

Tp bagaimanapun juga, Bumi yang pencilakan, Bumi yang suka tertawa, Bumi yang ceria tidak akan bisa tergantikan oleh budget sebesar apapun.

Do’akan ayah yo nak..

setelah beberapa hari sudah mulai terlihat “reaksi” dari si puyer.

Ibarat pemain bola yang habis cedera, begitu juga Bumi, inilah foto-foto recovery…

06 recovery

Recovery 1

Bumi sudah mulai bisa tertawa, meskipun masih agak pilek dan batuk.. Thanks God..

Selain berkunjung ke saudara-saudara, agenda makan bakso jg tidak boleh terlewatkan. Disamping tentu saja pukis, yang tak bosan-bosan kami makan.

setelah seminggu lebih di Malang.. bukan liburan terbaik memang, tp setidaknya banyak pelajaran di sana. Setelah 10 hari kami putuskan untuk pulang, perjalannan dari Malang ke Pangkal Pinang juga tidak terlalu lama, Malang ke Jakarta (2 jam) connect, Jakarta – Pangkal Pinang (50 menit).

Jadi tidak lebih dari 3 jam perlajanan kami sudah nyampe di Pangkal Pinang..

plus makan, menunggu di airport dkk gak usah dimasukin deh.. hihihih

08 botak

Bumi botak..

 

Dan akhirnya sampailah kami  di Pangkal Pinang.. Setelah beres-beres rumah yang ky kapal pecah, kehidupan “normal” kami mulai lagi. Untuk memulai hidup baru ini ditandai dengan Bumi dibotakin.. hahahahaha…

Jadi aneh mukanya, bunder… hihihihi.. mau gak ya kalau sudah besar dia digundul lagi?? ..

Dan ini adalah foto update.. karena tidak kesampaian liburan pas mudik, liburannya di belakang rumah saja deh…

09 pantai

sekian dulu ya.. nanti disambung lagi

#inad

31
Jul
09

Like father like son..

Sambil nunggu raw data, update WP, artisnya tetep Bumi.. hihihih

Beberapa foto pilihan yang berhasil diambil oleh paparazi, eksklusif.. :-)

Bermain dan belajar

Bermain dan belajar

Mulai kecil harus sering diajak berdiskusi dan mendengar pendapat orang lain..

Discuss

Discuss

Memang sengaja di burem2in dengan tools dan (kemampuan) editing yang sangat-sangat terbatas.. huehehehe..

Terakhir, kalau dulu sewaktu masih kecil, setiap bertamu ke rumah orang seringnya ngeliat foto bayi yang lagi pose kaya superman, jdnya ya sudah diambil jg fotonya Bumi, obsesi.. hehehehe

Superman

Superman

Sekian dulu, salam dari negeri serumpun sebalai.

#regards

15
Jul
09

Bumi # Petinju Feminim…

Lagi males nulis yang berat-berat…. seperti biasa Bumi ae dikerahkan.. hihihi…

Bumi abis makan

Bumi abis makan

Tanggal 20 Juni 2009 menjadi sejarah buat Bumi, karena pada hari itulah pertama kali makan bubur.. dan hasilnya…..

GAGAL TOTAL… alias muntah-muntah….

tapi bukan berarti kami menyerah, hari berikutnya sudah mulai menemukan strategi yang tepat… dan finally sudah mulai sedikit terbiasa…

Pose sangar apa feminim?

Pose sangar apa feminim?

tadinya mau nampang gaya petinju, tp yang ada malah terlihat feminim… huahahahaha…

#salam

19
Jun
09

Welcome home..

Dikarenakan semakin kejamnya kesibukan, baru bisa ingat pswd nya..

sebagai pembuka, spt biasa..

- 17 Juni 09 -

- 17 Juni 09 -

 salam

#inad

02
Feb
09

Bumi 4 Kg!!

Dikarenakan hancurnya baterai laptop saya, jd biar gambar yang berbicara..

Kompilasi Bumi

Kompilasi Bumi

Have a nice day..

inad#pkp

08
Jan
09

Review Week 1 (20 Desember 2008 – 27 Desember 2008)

Review Week 1 (20 Desember 2008 – 27 Desember 2008)

 20 Desember 2008

Finally, di sebuah klinik yang berada di hampir perbatasan kota pangkal pinang, sekitar pukul 21.50, terdengar suara melodi tangisan yang seketika membuat saya bernafas lega. 

 

Kedinginan

Kedinginan

Alhamdulillah, dengan tergopoh-gopoh suster menggendong seorang bayi mungil yang setelah di ukur memiliki berat 3 kg dengan panjang 44 cm. Sekitaran pukul 22.00 Wib kubisikkan adzan dan iqomah di telinga kanan dan kirinya. Wajahnya yang bersih, semakin terlihat tenang ketika kudoakan dan diakhiri dengan kecupan di keningnya.

 

Robbi Habli Minas Sholihin Ya Allah..

(Karuniakan kami Anak yang Sholeh Ya Allah..)

 

 

 21 Desember 2008

 

Merem or Melek??

Merem or Melek??

Dinihari, di kamar nomer 2, aku melihat dia (cayo ya bunda..) masih tergolek lemah di kasur. Sementara bayi yang belum bernama ini masih tidur dengan lelapnya. Terkadang di selingi dengan tangisan, entah ketika dia haus atau lapar, atau juga ketika buang air kecil. Hari pertama ini suster dan perawat masih menjadi andalan untuk mengganti popok dan segala propertiesnya.

 

 

 

22 Desember 2008

Alhamdulillah, air susu bunda udah mulai keluar, jadi Bumi tidak perlu lagi minum susu formula (bukan Formalin). Masih dengan mata yang tinggal 5 watt, kami mulai hari-hari baru yang sudah sangat dinantikan. Lelah memah, tapi seketika musnah ketika melihat bayi yang namanya masih terus di diskusikan. Pagi itu pulang, kuambil laptop untuk menemani hari-hari begadang di klinik. Dari browsing kesana kemari, ada 3 kandidat kuat yang difavoritkan sebagai nama:

1.        Bumi Akmal Abdillah

2.       Narayan Bumi Jauhar

3.       Bumi Jauhar Khawarizmi

Masih keukeuh dengan bumi, dasar keras kepala (heheheh)… J

 23 Desember 2008

Motor Mio pinjaman, plus helm pinjaman, dan kacamata sitaan (gak modal amat yak…), menemani perjalanan rumah ke klinik. Bersiap menyodorkan list kandidat nama kepada konsultan (yang tak lain tak bukan adalah kakek nenek si bayi mungil). Setelah sarapan nasi rawon, kembali ke rumah sakit dengan membawa keputusan hampir “final” tentang nama si bayi. Bumi Jauhar Khawarizmi yang artinya Permata Ilmu Pengetahuan (please jangan diartikan harfiah, ntar si bunda nya marah kekeke..).

 

24 Desember 2008

 

Bumi sama nenek

Bumi sama nenek

Bersiap menjemput ibu (nenek si bayi) dengan mobil (yang lagi-lagi pinjaman), untuk persiapan membawa bumi dan sang bunda pulang ke rumah yang sebenarnya. Mau nyelesaikan masalah administrasi dulu, tapi sang dokter masih sarapan jadi musti menunggu. Bisa dimaklumi, kalo dokter yang sarapan kan musti di kecap berkali-kali sebelum makanan masuk ke dalam kerongkongan, jadi wajar kalau satu jam berlalu tapi pak dokter belum juga nongol. Akhirnya setelah keringat mulai turun karena gak sabar, perawat di request untuk menyampaikan ke dokter. Tak berapa lama pak dokter turun, dengan agak tergesa-gesa, menghitung beberapa lembar uang dan menulis kuitansi, selesai sudah urusan administrasi hari itu. Disambut gerimis kecil, kedatangan kami ke rumah di daerah black water (Air Itam) berlangsung aman dan terkendali.

 

 

 

Malamnya pergi ke dokter anak untuk melakukan imunisasi ke daerah Girimaya. Bumi hanya sedikit “menjerit” ketika jarum suntik masuk ke dalam tubuhnya. Setelah itu dilanjutkan lah mimpi Bumi (jangan niru om yang ada di Sarang Gembels ya nak)…

 

 

25 Desember

Bumi melek

Bumi melek

Hari libur nasional, yang jatuh di hari kamis, seperti biasa dilanjutkan cuti bersama besoknya, tentu sangat dinantikan para pekerja (

termasuk saya), walaupun kalau dipikir lagi kapan kerja nya kita kalau sedikit2 libur bersama. Masih belajar mencoba menjadi ayah yang baik, dengan merasakan mencuci popok, setrika dan sebagainya. Tapi sejauh ini kondisi masih terkendali, karena bunda masih sangat sigap dalam urusan mengganti popok, bedong dan sebagainya.  Si Bumi sudah mulai bisa membuka matanya lebih baik..

 

26 Desember 2008

Dengan sedikit pesimis karena sudah bisa ditebak (berbagai instansi pemerintahan pasti tutup juga pelayanannya), sebagai warga negara yang baik, bumi belum diakui kewarganegaraannya sebelum ada Akte Kelahiran. Yupe! Hari itu pagi setelah sarapan, langsung meluncur ke Kantor Capil yang letaknya tidak jauh dari kantor. Sudah bisa di tebak, kantor TUTUP, jadi target selanjutnya ke rumah Pak RT dulu (karena KTP masih tinggal di rumah kontrakan, repot mau urus2 surat pindah2an, maap ya pak RT yang baru). Lagi-lagi sedikit kurang beruntung, Pak RT yang diharapkan baru saja keluar, dan di suruh datang lagi abis jumatan. Masjid jamik menjadi sasaran tempat jumatan, langsung menuju Bakso Singo Edan sebagai menu makan siang, dan ke Rumah Pak RT. Nasib memang kurang berpihak, pak RT belum ada di rumah, dan setelah di telpon katanya di suruh langsung ke kelurahan. Tuing! Guyonan khas birokrasi pemerintah.. Di lempar kesana kemari, akhirnya lanjut ke kelurahan dan lagi-lagi TUTUP!!. Siang itu di tengah gerimis hujan, belum membuahkan hasil. Maaf Bumi, ayah akan berusaha lagi untuk mengurus akte kelahiran mu.. hehehehe..

 

27 Desember 2008

 

Sebagai penutup minggu ini, exclusive picture from Bumi..

Wuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..

Wuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..

 

 

Masih menikmati Long Weekend, liat si Bumi kalo lagi nangis.. Hehehehe.. matanya sampe tinggal segaris.

 

Minggu ini ditutup sampai segini dulu ya, nantikan edisi selanjutnya..